Kick Andy On Ra...
Delta Jalan Jal...
Delta Jalan Jal...
Delta Jalan Jal...
Kick Andy On Ra...
Delta Jalan Jal...

Disco Jazz

 

213686_mundoimg_piluvelez_disco-jazz

 

 

Apa yang ada dibenak anda kala membaca judul di atas ?

Unik ?  Aneh ?  Atau gabungan keduanya ?


Saya lebih suka menyebutnya ajaib.

Mengapa ajaib ?


Ya, ajaib karena komposisi yang dihasilkannya sungguh sangat berbeda. Inilah jadinya jika musisi jazz ikut berdisco. Kedua genre ini membaur dan blending menjadi satu kesatuan yang sangat unik. Hentakan drum khas disco dibalut dengan irama piano dan tiupan terompet serta dibungkus dengan orchestra yang megah. Terdengar pula dentuman bass dengan pola ritmis ala jazz acid yang terdengar begitu berisi.


Disco jazz mungkin tidaklah sepopuler musik disco atau jazz yang berdiri sendiri. Sejatinya genre ini tumbuh sejak pertengahan dekade 70-an, disaat musik disco mulai mewabah ke seluruh dunia. Demam disco inilah yang akhirnya menggelitik beberapa musisi beraliran jazz untuk membuat komposisi yang menggabungkan keduanya. Sebut aja beberapa grup : Patrick Williams, Brass Fever, Rhythm Heritage, Werner Baumgrat Big Band, dan jangan lupa ada Meco yang terkenal dengan soundtrack Star Wars-nya.

 

Kebetulan beberapa waktu yang lalu penulis menemukan sebuah CD kompilasi yang tepat sekali untuk menggambarkan seperti apakah keajaiban itu. Sebuah CD terbitan dari JazzClub series produksi Universal berjudul berisikan 17 lagu dengan judul Disco Jazz. Beberapa lagu yang mendapat perhatian dari penulis adalah Summertime dari Brass Fever dan Sky’s The Limit dari Rhythm Heritage.

 

Pada Sky’s The Limit, Victor Feldman sang konseptor Rhythm Heritage memasukan unsur synthesizer dalam komposisinya. Sesuatu hal yang masih jarang dilakukan pada tahun 70-an, mengingat perkembangan teknologi alat musik elektronik saat itu masih mahal. Sementara pada lagu Summertime, beberapa musisi jazz terkenal ikut terlibat. Ada Lee Ritenour, Ernie Watts, Ray Parker Jr, dan Jimmy Cleveland yang mengisi solo trumpet.


Secara keseluruhan album kompilasi ini sungguh unik dan luar biasa. Beberapa lagu mengingatkan penulis pada film-film detektif tahun 70an dimana ilustrasi musiknya menggunakan irama disco jazz.

 

* IrN *


Newer news items:
Older news items:

News Flash

Upcoming Events



Delta FM COMMUNITY on Facebook

Editor's choice

30/03/2010 | diandra nur shadrina
article thumbnail

Pada masa SMP Wimar sudah mulai mengenal bacaan-bacaan serius, termasuk bacaan politik. Ia paling su [ ... ]


Our Clients