Delta Jalan Jal...
Delta Jalan Jal...
Chat After Lunc...
Balawan and Bat...
Delta Jalan Jal...
Chat After Lunc...

Deltanesia 06.00-10.00 WIB

Bedah buku ” Sang Pencerah ” KH.Ahmad Dahlan @ Deltanesia 6 Agustus 2010

Kehidupan KH Ahmad Dahlan dan perjuangannya mendirikan Muhammadiyah ditulis Akmal Nasery Basral dalam novel “Sang Pecerah”. Novel terbitan Penerbit Mizan resmi diluncurkan berdasarkan skenario Film Sang Pencerah karya Hanung Bramantyo.

“Selama ini kita sangat akrab dengan nama KH. Ahmad Dahlan namun cerita mengenai beliau belum banyak kita ketahui. Buku ini menghadirkan kisah tentang kehidupan KH. Ahmad Dahlan, sisi manusiawinya yang belum banyak kita kenal, kehidupannya semenjak kecil hingga suka duka yang dialaminya, dilema – dilema batinnya dan pemikiran- pemikiran terdalamnya, demikian yang dikatakan oleh Akmal Nasery Akbar.

buku ini juga berisi kontroversi seorang sosok pendobrak tradisi,  Mungkin ada beberapa buku biografi atau sejarah mengenai sosok kontroversial yang mengagumkan ini, namun tidak banyak yang bisa ikut menyelami kehidupan seoarang tokoh yang hanya disingkat sedemikian rupa, Padahal  memahami sepak terjang KH Ahmad Dahlan sungguh menarik jika dilakuan dengan cara cair/ luwes dan penuh muatan emosi dann semua ini terjawab di novel teranyar tentang KH Ahmad Dahlan ini.

“Gejolak batin dan jiwanya, pertanyaan-pertanyaan yang pernah hinggap di benaknya, semua diungkap dengan begitu simpatik. Sejarah tidak pernah sama jika dikisahkan dari kacamata seorang novelis.

Selain mengenang Muktamar Satu Abad Muhammadiyah, diharapkan buku maupun film  ”Sang Pencerah”  Ahmad Dahlan dapat menjadi kado milad ke-100 warga Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

 

[FrM]

 

1 Jam bersama Pemenang Norwegian idol

Jum’at 16 juli 2010 jam 08.30 WIB Delta FM kedatangan tamu istimewa, Pemuda pemenang Norwegian idol, Wisnu Witono Adhi

Suasana Studio benar-benar penuh keceriaan, wisnu yang lama menetap di Norwegia, ternyata belum begitu fasih terhadap Bahasa indonesia, Bahkan saat Farhan menggunakan Bahasa Sunda, ia bingung ” Bahasa apa itu om”. Kembali komunikasi agak sulit, ketika Produser Deltanesia ”Frendy” meminta CD yang lagu-lagunya akan dimaikan di Delta FM,” pie Mas yang mana lagu-nya” wisnu sempat bingung.

Mungkin belum banyak yang tahu sepak terjang pria yang pernah berprofesi sebagai penata rambut ini, Wisnu menetap di Norwegia sejak usia 14 tahun untuk meneruskan pendidikannya. Beranjak dewasa ia mulai bekerja di salon sebagai penata rambut, Namun hasratnya untuk terjun ke dunia tarik suara tak terbendung lagi/ Berkat dukungan teman-temannya, Wisnu pun mencoba peruntungan dengan mengikuti ajang Norwegian Idol 2006.

Setelah mengirim aplikasi tanpa disangka-sangka, namanya masuk sebagai salah satu peserta. Saat itu yang ngirim sekitar 8 ribu orang, Kemudian saya jalani aja/ Dan tidak nyangka seleksi pertama saya lolos, Dari 8 ribu ke 200 kemudian 100 sampai ke 12 finalis dan saya masuk 5 besar, Saya bener-bener tidak nyangka” ujar Wisnu.

Wisnu adalah satu-satunya peserta dari Asia yang berhasil lolos hingga babak 5 besar, Dari situ ia mulai diuji untuk menyanyi secara live, Berbagai lagu pun dibawakannya mulai dari lagu lokal Norwegia/ lagu Swedia/ Soundtrack film dan lagu Jazz milik Michael Bubble.

Selepas menyandang gelar Idol, Wisnu pun memutuskan untuk menggeluti dunia musik secara serius, Hingga saat ini ia sudah mengeluarkan tiga hits single Love Like That, Follow Me, dan Me, Myself & I

Wisnu yang sampai saat ini menetap di Norwegia memiliki keinginan besar untuk bisa berkarir di Indonesia. Pria kelahiran Jakarta, 9 September 1983 ini mulai meniti karir menyanyi untuk tampil di konser-konser mini.

Saya ingin berkarir di Indonesia, Saya berharap suatu hari nanti bisa pergi tour bawa dancer dan band saya ke Indonesia, Saya pengen rekaman pakai bahasa Indonesia, untuk memulai karir di Indonesia dan menyumbangkan pengalaman.

 

[FrM]

   

Pemenang Norwegian Idol dari Indonesia

Anda kenal Wisnu Witono Adhi..??????

Wisnu Witono Adhi adalah pria asal Indonesia kelahiran Jakarta, 9 September 1983, Ia menetap di Norwegia dan berhasil masuk dalam ajang bergengsi Norwegian Idol sebagai finalis 5 besar.

ia tinggal disana bersama ibu dan ayah tirinya org norway, ayah kandungnya pilot dan kecelakaan di sumtra waktu wisnu masih kecil dan nggak pernah ditemukan.

dan untuk anda yang penasara tentang Wisnu Witono Adhi, simak Deltanesia edisi 16 Juli 2010 jam 08.00-09.00 WIB.

Untuk anda yang penasaran, check this out : http://www.youtube.com/watch?v=PEmW4018Kgk

 

[FrM]

   

Mobile Clinic Edisi 16 Juli 2010

Sahabat Delta, ditengah kesibukan kita sehari-hari terkadang membuat kita lupa akan kesehatan,  untuk mengetahui apakah Tubuh anda sehat. Deltanesia punya solusinya, Tune-in aja Deltanesia, dan seperti biasa dalam Deltanesia setiap hari Jum'at ada Mobile Clinic bersama DJM, untuk edisi 16 Juli 2010 Mobile Clinic akan membahas tentang THT, anda punya pertanyaan atau komentar seputar THT, simak aja Mobile Clinic besok jam 07.00-08.00 WIB.

 

[FrM]

   

Negara Gagal Lindungi Aktivis

MENJADI aktivis di era reformasi pun masih penuh risiko karena mempertaruhkan keselamatan. Lebih-lebih menjadi pegiat pemberantasan korupsi yang menyerempet mereka yang berkuasa dan memiliki uang.

Sejumlah kasus yang terjadi memperlihatkan negara gagal melindungi warga khususnya para aktivis. Tama Satria Langkun, aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), dianiaya sekelompok orang kemarin subuh tatkala dalam perjalanan ke rumahnya. Tama merupakan salah satu aktivis yang melaporkan rekening perwira polisi ke KPK beberapa waktu lalu.

Tama yang semula dirawat di RS Asri, Mampang, Jakarta Selatan, sore kemarin dirujuk ke RSCM. Dia mendapatkan 29 jahitan di kepala dan kaki.

Sebelumnya, pada Selasa (6/7) kantor majalah Tempo dilempari dengan bom molotov. Tidak ada korban jiwa. Majalah tersebut sebelumnya menurunkan laporan utama mengenai rekening gendut perwira polisi.

Kasus aktivis hak asasi manusia Munir pun belum tuntas. Aktor yang memerintahkan agar Munir diracuni masih gentayangan. Enam tahun berlalu sejak Munir diracuni pada 2004, hingga sekarang belum tuntas.

Komnas HAM mendesak penegak hukum mengusut kasus penganiayaan tersebut. Jika polisi tidak menyelidik, berarti negara gagal melindungi warganya. "Kami akan menginvestigasi dan mendesak Polri untuk mengusut tuntas," tandas Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim, kemarin.

Pihak ICW dalam keterangan pers mengecam kasus penganiayaan Tama. Koordinator ICW Danang Widoyoko mengatakan penganiayaan Tama merupakan imbas dari kasus-kasus sebelumnya yang belum diselesaikan. [FrM]

   

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

News Flash

Upcoming Events



Delta FM COMMUNITY on Facebook

Editor's choice

30/03/2010 | diandra nur shadrina
article thumbnail

Pada masa SMP Wimar sudah mulai mengenal bacaan-bacaan serius, termasuk bacaan politik. Ia paling su [ ... ]


Our Clients