Bekas Luka Dikaki Deddy Mizwar, Menandakan Ia Sering Berkelahi Saat Muda Dulu
diandra nur shadrina
Nov 06
|00:00
Last Updated on Thu, 25 Mar 2010 17:12
One Hours on Thursday (1 O 2) di Afternoon Bright kali ini memang berbeda. Delta FM kedatangan tamu spesial, yaitu seorang aktor senior dan sutradara handal, yang juga ketua badan pertimbangan perfilman nasional periode 2006-2009. Deddy Mizwar yang akrab disapa Bang Haji, sosok yang hangat dan homoris. Banyak cerita menarik yang dimiliki Deddy Mizwar, seperti yang diceritakan oleh teman dekatnya Wahyu (rekan satu team dalam Demi Gisela Citra Sinema). ”Bang Haji itu suka makan. Nah, saat pulang syuting dan belum sempat makan malam, bang Haji kelaparan. Terus dalam perjalanan pulang kita lihat ada warteg yang buka, tanpa merasa malu bang Haji langsung memarkirkan mobilnya dan makan di warteg itu. Orang di warteg tersebut pun heboh, disitulah sifat kesederhanaan bang Haji," tutur Wahyu.
Pada saat krismon tahun lalu bang haji pun merasakan dampaknya, selama setahun lebih Producion House Demi Gisela Citra Sinema fakum, sehingga banyak crew yang dirumahkan, nah selama satu tahun itu kegiatan Bang Haji
hanya datang duduk-duduk dan baca koran saja dikantor, tanpa ada kerjaan apapun. Dan akhirnya saat Bang Haji ingin membuat "Lorong Waktu" serial TV, ada kabar baik menghampirinya. Pihak TV swasta yang ingin menyiarkan "Lorong Waktu", menelepon Bang Haji. Disaat itulah saya untuk pertama kalinya kasbon pribadi sama Bang Haji. Secara spontan Bang Haji langsung mengatakan ”Nih, di dompet gue ada 500 ribu, kita bagi dua. Disitulah saya terharu”. Tidak sampai disitu teryata ada hal unik yang lain dari Bang Haji, yaitu kata-kata yang sering di ucapkannya ”satu saja sudah cukup”. Mendengarkan pesan yang disampaikan oleh orang terdekatnya, Bang Haji tertawa dengan penuh rasa haru.
Ketika ditanya seputar pencalonan dirinya sebagai presiden, Bang Haji bercerita tentang rencananya membuat film babenya presiden, presiden asli betawi. Nah ceritanya saat lebaran tiba presiden sungkem dengan saya, lalu saya bilang dul-dul babe malu, bagaimana kalo babe nanti mati dan ngadep Allah kelakuan loe kayak begini,” tutur Bang Haji. Itulah Bang Haji, seorang aktor dan sutradara handal yang mampu menjadi siapa saja yang ia inginkan. Baginya semua itu hanya ilusi seperti yang ia jalani, semuanya hanya ilusi seperti dimana ia menjadi jenderal Naga Bonar. "Bahkan semua jendral hormat sama saya pada saat jadi jendral tahun 1949, yaitu jendral naga bonar,” lanjut Deddy Mizwar.
Teryata saat Bang Haji mencalonkan diri jadi prosiden. Ada pesan yang ingin dia sampaikan, tentang harapannya bahwa rakyat menyadari adanya hak politik rakyat, dimana selama ini kita terjebak dalam budaya politik yang meninggalkan akal sehat dari sebuah sistem yang memang bukan untuk kedaulatan rakyat itu sendiri, tapi untuk kepentingan pertai-partai politik atau politisi yang menciptakan undang-undang itu.
Diakhir acara, telah ada Sahabat Delta yang mengaku fans berat, dan sangat kenal dengan Bang Haji di ujung telepon. Ia bercerita bahwa Bang Haji ini waktu masih muda suka berantem, "Kalau tidak percaya lihat saja kakinya, pasti banyak luka,” katanya. Mendengar kata-kata tersebut Bang Haji terkejut. Karena selama ini tidak ada yang tahu tentang bekas luka dikakinya, tiba-tiba tanpa disadari telah hadir sang penelepone tadi di studio Delta FM. Sahabat Delta itu tidak lain adalah Bang Dani (kakak ipar Deddy Mizwar). Senyum dan rasa haru terlihat diwajah Bang Haji. [frm]
Jakarta, 3 Desember 2009 - Tampil dengan busana sederhana, kemeja dan celana panjang, Siti Fadilah Supari malam itu datang sebagai tamu Raynia Atmadja di acara One Hour On Thursday. Kemacetan sore hari di Jakarta sepertinya tidak mematahkan niat mantan Menteri Kesehatan ini untuk tetap hadir menemani pendengar DeltaFM.
Pertanyaan dilanjutkan dengan meminta tanggapan Siti Fadilah tentang sebuah acara yang baru-baru ini berlangsung dengan tajuk “Siti Fadilah untuk Rakyat”. Penyelenggara acara ini adalah mantan-mantan pasien Siti Fadilah yang merasakan besarnya manfaat yang mereka dapat ketika dia menjabat MenKes. Mantan-mantan pasien ini khawatir jangan-jangan program jaminan kesehatan masyarakat tidak berjalan lagi di kabinet sekarang. Siti Fadilah menanggapi bahwa memang ada yang pernah menghubungi dia agar dia tetap mengawal program-program yang pernah dibuatnya. “Saya katakan, saya akan tetap berjuang dalam koridor-koridor yang saya mampu. Mereka kemudian katakan bahwa mereka juga akan membuat gerakan dari rakyat untuk rakyat. Saya malah mengusulkan untuk menggunakan nama Gerakan Kesehatan saja. Tapi saya tidak tahu kenapa akhirnya mereka jadi memakai nama saya”
“Saatnya Dunia Berubah, Tangan Tuhan di Balik Flu Burung”, adalah buku Siti Fadilah yang sempat membuat geger. Ketika ditanya sudah berapa banyak buku itu terjual, Siti Fadilah menjawab bahwa dia tidak terlalu memikirkan itu. Dia tidak bertujuan mencari uang dari penjualan buku itu, tapi lebih kepada karena ingin menebarkan semangat kepada semua orang, semangat untuk jangan pernah takut dalam mempertahankan dan memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan. Siti Fadilah bahkan merasa senang bahwa bukunya tersebut ternyata juga dibajak, difotokopi dan bahkan kemudian ada yang menterjemahkannya ke dalam bahasa Amerika Latin.
Afternoon Bright kali ini lebih istimewa dari biasanya, sebab Raynia Atmadja siaran bersama Andi F Noya berbincang-bincang tentang Kick Andy's Diary. Banyak aktifitas yang dilakukan diluar sebuah program televisi seperti Kick Andy yang bisa memberi inspirasi Sahabat Delta.
untuk hidup, dengan berjualan sapu, berjalan kaki sepanjang 40 kilometer. Dari berjualan sapu itu